BUT I . . . . .

68faf899gw1doqp69esywj

 

 

Judul : BUT I …

Author : cilixtabi

Genre : YAOI ( BOY X BOY ), LOVE, NOT-ROMANCE?, FAMILY,  SAD

Rating : PG

 

Cast :

 

Cho Kyuhyun

Lee Sungmin

Choeya

Kangin

Ryewook

Cho Chae Jaa

Nyonya Cho

Tuan Cho

Taemin

 

 

 

 

 

 

Author POV

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Begitu banyak manusia mengatakan bahwa hidupku akan kesedihan selalu melayang mengintai indera pendengar semuanya, Banyak manusia memicingkan mata saat melihat semua kekerasan yang terjadi pada tubuh kecilku ini, tapi apa yang harus aku jelaskan? Aku bukan dia yang pintar bercerita, bukan dia yang pintar membela dirinya. Aku…aku hanya tidak bisa, hanya itu. Bisakah kalian mengerti, kepadanyalah aku tidak bisa, Cho Kyuhyun… Dia membuatku tidak bisa berbicara dan membuatku tertutup, tapi aku… aku bisa untuk mencintainya… Tapi aku selalu merasa takut saat mata coklat itu memandangku dengan tepat….. Tapi aku juga bisa mengenali apa yang menjadi kebiasaannya.. Aku pastikan , tapi aku… Aku hanya diam saat ia melakukan semua ini, hanya menangis dengan air mata yang panas ini. Apa salahku karena aku manusia lemah dan hanya bisa menangis? Bukankah Hyung selalu mengatakan bahwa menangis adalah hal terbaik meluapkan perasaan? Menangislah yang tak pernah mengeluh dengan kesedihan? Maka aku menangis… Hyung, bisakah kau menjagaku sehari ini? Bangunkan aku saat aku ingin… Tapi aku,…… aku selalu ingin bangun untuknya, untuk Cho Kyuhyun… Tapi… Tapi aku…..”

 

 

 

“Ia sudah sadar?”

“Belum. Anak ini seperti berminggu-minggu tidak merasakan nyenyaknya tidur dan mengistirahatkan tubuhnya”

“Apa yang harus kita lakukan Hyung?”

“Aku… Aku tidak tahu harus berbuat apa Wookie-ah, kau tahu bagaimana Sungmin itu, dia hanya mendengar kata-kata Kyuhyun dan keluarganya”

“Lelaki itu benar-benar keterlaluan”

 

 

 

 

FLASHBACK

 

 

 

 

 

 

Sore itu, di kediaman Cho….

Kyuhyun membawa seorang wanita mungil bernama Choeya…Wanita berdarah Jepang, membawanya untuk pertama kalinya. Kyuhyun sang pria tampan dan kaya….

Sungmin sangat senang, karena ia berfikir Kyuhyun membawakan teman untuknya dirumah besar ini. Ia bergegas membersihkan tangannya saat Tuan dan Nyonya Cho memanggilnya…. Ia kemudian melepaskan apron biru itu, melemparnya di atas meja. Sebentar ia mengintip di tepian tiang dapur ke ruang tengah yang sudah terdapat keluarga Cho dan juga wanita mungil Jepang itu. Tuan Cho kemudian tersenyum melihat tingkah lucu Sungmin. Kemudian Tuan Cho memanggilnya dan memberi isyarat untuk ikut bergabung. Ia menganggukkan kepalanya dan berlari kecil menuju ruang tamu.

“Nah Choeya, kenalkan… ini, tunangan Kyuhyun… Lee Sungmin….”

Nyonya Cho membantu Sungmin menyodorkan jemari putih Sungmin ke  arah wanita Jepang itu.

Sungmin, memperhatikan jemari lembut wanita itu. Benar-benar bersih dan lembut. Kemudian ia tersenyum kepada wanita bernama Choeya tersebut, ia mengayunkan genggaman tangannya dan berlonjak girang sambil tersenyum gembira ke arah Tuan dan Nyonya Cho… Tanda ia senang dengan Choeya ini.

“Kau senang Min dapat teman baru?”

Sungmin tersenyum kepada Nyonya Cho yang mengelus rambutnya, tapi saat ia ingin tersenyum kepada Cho Kyuhyun, pria kecil itu menunduk dan takut menatap mata coklat pria berumur 28 tahun tersebut.

Ia melepaskan genggaman tangan Choeya dengan berat hati dan sedih. Ia meremas-remas kedua tangannya gelisah.

“Ah! Choeya, Lee Sungmin memang seperti ini, ia memang jarang sekali berbicara. Mungkin kau akan sering melihatnya berbicara hal-hal yang ingin ia sampaikan, tapi dengan ekspresinya kau bisa tahu apa yang sedang ia sampaikan bukan? Sungmin memang sangat manis dan spesial”

Choeya kemudian tersenyum dan menepuk punggung tangan Sungmin yang gelisah.

“Salam kenal Lee Sungmin… Semoga kita bisa berteman baik”

Mata yang sempat meredup itu bebinar kembali saat melihat dan mendengar Choeya, suara wanita itu, sangat ringan dan merdu.

“Choeya akan tinggal bersama kita Sungmin, setelah kakaknya pulang dari sekolahnya setahun di Inggris. Jadi berbaik-baiklah dengannya. Kalian pasti menjadi teman yang baik”

Sungmin kemudian bertepuk tangan dan menarik ujung bajunya pertanda ia ingin sekali membuat sesuatu untuk Choeya.

“Setelah ini kita akan membuat makan siang bersama Min untuk Choeya… Bersabarlah..” Nyonya Cho tersenyum geli melihat tingkah polos Sungmin yang berumur 16 tahun ini.

 

 

 

 

Keberadaan Choeya sangat membuat hati Sungmin senang, ia tidak akan sendirian saat Kyuhyun atau Tuan dan Nyonya Cho berangkat. Ia banyak menghabiskan waktu bermain dan mengintip aktifitas Choeya. Tapi itu tak berlangsung lama, bungkamnya bibir Sungmin dibalas dengan kedekatan Kyuhyun dengan wanita Jepang tersebut. Wanita berumur 21 tahun tersebut, akhir-akhir ini banyak menghabiskan waktu bersama Kyuhyunnya. Berkali-kali ia menghabiskan makan malamnya tanpa Kyuhyun. Ia tahu Kyuhyunnya dingin dan memilih dirinya karena pilihan Nyonya Cho, ibunya. Sungmin hanyalah anak yatim piatu yang bekerja sampingan di toko kecil tak jauh dari panti asuhannya. Tapi itu dulu, sebelum Sungmin diterima masuk di keluarga kaya ini. Sungmin sangat senang saat matanya mengintip keseharian Kyuhyun. Mengantarnya sampai di depan pintu sebelum Kyuhyun berangkat kerja, dan membuatkan makanan untuk Kyuhyun. Walau dirinya tidak banyak bicara, bahkan mungkin tidak bersuara tetapi ia selalu memperhatikan hal-hal kecil yang bisa ia lakukan untuk Kyuhyunnya.

 

“Tuan Sungmin? Anda mengapa menangis?” Sungmin segera menghapus air matanya dan mengunyah makannya dengan cepat.

Ia kemudian menunjuk makanannya seolah-olah makanan itu terlalu pedas untuknya. Kemudian tuan Park supir keluarga Cho itu tersenyum. Ia mengelus rambut Sungmin sayang.

“Cha, bisakah Sungmin kecil ini membuatkan kopi enaknya untuk Ahjussi? Di luar dingin sekali”

Sungmin tersenyum dan kemudian menganggukkan kepalanya. Dengan cekatan ia menyeduh kopi untuk supir tua tersebut.

Saat ia mengantarkan kopi tersebut, mereka berdua mendengar tawa renyah dari arah pintu depan yang terbuka. Tuan Park tersebut kemudian berdiri dan memberi hormat dengan menunduk kepada Kyuhyun dan Choeya yang baru saja pulang.

Sungmin kemudian menghampiri Kyuhyun dan melihat Choeya yang sedikit limbung  dalam dekapan Kyuhyun. Ia kemudian dengan  ekspresi bingung mencoba meminta penjelasan kepada Kyuhyun yang melihat keadaan Choeya.

“Ini bukan urusanmu Min, sebaiknya kau cepatlah tidur”

Saat Kyuhyun akan membawa Choeya ke atas Sungmin menarik lengan Kyuhyun pelan dan menunjuk makanan yang sudah tersedia banyak di atas meja makan.

“Buang semuanya. Aku sudah makan di luar bersama Choeya, Ayah dan Ibu juga tidak pulang malam ini, ia menginap di Ilsan” Kemudian Kyuhyun melepaskan jemari Sungmin di lengannya dan meninggalkan mata hitam itu meredup sedih.

 

 

 

Hampir 2 bulan penuh Kyuhyun jarang memakan makanan buatannya lagi. Entah mengapa Kyuhyun bukan dingin lagi, tetapi seolah-olah bosan dengan ini semua. Masalah perubahan bukan menjadi masalah buat Sungmin, tapi setiap harinya seperti ini, dan itu membuat rasa sedih semakin menghantuinya. Ia menahan air mata yang akan meleleh jatuh saat ia melihat Tuan Park mendekatinya dan mengelus punggungnya.

“Mungkin Tuan muda sedang banyak pikiran dan mungkin juga pekerjaannya yang begitu banyak” Sungmin hanya menunduk dan mengalihkan pandangannya pada semua makanan yang sudah dingin di meja dapur.

“Ah! Aku lapar, apakah Ahjussi boleh membantumu menghabiskannya?” Tuan Park kemudian menarik Sungmin agar menemaninya makan. Lebih tepatnya untuk menghibur Sungmin yang sudah sangat lelah memasak makanan sebanyak itu dan dibiarkan begitu saja.

 

 

Sungmin mengintip dengan perlahan di kamar Kyuhyun tapi pria tampan tersebut tidak berada di ranjangnya. Mungkin ia sedang mandi. Kemudian ia melangkahkan kakinya menuju kamar Choeya, untuk melihat keadaan Choeya…. Apakah wanita itu baik-baik saja?

Langkah perlahannya berubah menjadi terhenti saat ia mendapati tubuh Kyuhyun menghimpit bagian atas dada wanita Jepang tersebut. Ia melihat jelas lidah Kyuhyun bermain di bagian dada terbuka tersebuit. Ia melihat untuk berikutnya jemari Kyuhyun menarik rok pendek wanita itu dan ia melepaskan kemeja putih yang masih melekat di tubuh tegap Kyuhyun. Sungmin menggeramkan suaranya, kemudian wajahnya menjadi pilu, ia berlari meninggalkan kamar itu dan kemudian ia mengambil air satu mangkok dan kembali di kamar tersebut. Ia mengguyur tubuh Kyuhyun dan wanita itu dalam satu buangan. Membuat Kyuhyun terpaku dan terkejut dengan dinginnya air tersebut. Ia lalu menoleh melihat siapa yang berani-beraninya berbuat tidak sopan kepadanya tersebut. Ia melirik Sungmin yang berdiri dengan wajah takutnya saat melihat mata coklat Kyuhyun yang tajam. Mata penuh kemarahan.

“Sudah kubilang ini bukan urusanmu Lee Sungmin!” Kyuhyun kemudian menyeret Sungmin dan mengurungnya di kamarnya. Sungmin berteriak dari dalam kamar dan menyebut-nyebut nama Kyuhyun dan Choeya. Mendengar teriakan Sungmin beberapa pembantu dirumah tersebut berlarian menuju kamar Kyuhyun.

“Jangan ada yang membukakan pintu tanpa izinku. Apa kalian mengerti? Sekarang pergi kalian kembali ke kamar!” Kyuhyun menyimpan kunci kamar tersebut dalam saku celananya dan meninggalkan suara tangisan dan teriakan Sungmin dari dalam kamar.

 

 

 

 

 

Pagi itu Kyuhyun merasakan pinggulnya sakit, ia kemudian meraba kasur sebelahnya untuk mencari keberadaan Choeya, tetapi ia mendapati wanita itu dalam balutan handuknya setelah mandi. Wanita itu tersenyum dan kemudian duduk di atas perut Kyuhyun yang  masih tertutup selimut putih.

“Apa yang kita lakukan semalam termasuk dalam catatan bahwa kau menyukaiku?” Kyuhyun mendecih saat jemari Choeya bermain di dada bidangnya. Untuk kemudian ia menarik tubuh putih wanita Jepang itu dalam satu putaran permainan ranjang lagi.

 

 

 

 

Matahari semakin tinggi dan Sungmin tertidur di depan pintu kamar Kyuhyun, ia bangun kemudian mengucek matanya yang membengkak. Ia meremas kepalanya perlahan karena terasa berat dan sakit. Ia kembali mengingat apa yang terjadi semalam. Kyuhyun menghianatinya, Kyuhyunnya … Akh! Apa mereka melakukannya? Semua pikiran negatif sempat mendatanginya…. Ia kemudian melihat jam di kamar Kyuhyun dan kembali meraba pintu kamar yang terkunci dari luar.

 

Tuan Park terlihat gelisah di depan pintu kamar Kyuhyun, bagaimana tidak jam 11 ini Tuan dan Nyonya Cho akan pulang. Bagaimana kalau ia tahu apa yang terjadi pada Sungmin. Ini masalah besar….

 

Kemudian ia melihat siluet tubuh telanjang dada Kyuhyun dan kemeja putih yang tersampir di bahunya itu datang mendekat ke arah pintu. Ia kemudian membuka pintu kamarnya. Tuan Park sedikit mengintip ke dalam, tapi Kyuhyun dengan cepat mengunci kembali pintu kamarnya.

“Kim Ahjumma, bisakah kau memasak untuk makan siang hari ini?”

“Tapi… Nyonya akan bertanya dan Nyonya tahu pasti yang memasak makanan bukan Tuan muda Lee”

“Aish, kita tidak mungkin memaksa Tuan Muda Sungmin memasak dengan keadaan Tuan Muda Kyuhyun seperti ini”

“Arra… Aku akan mengerjakannya” Kemudian Kim Ahjumma segera turun dari lantai atas untuk menyiapkan makan siang.

 

 

 

FLASHBACK END

 

 

 

“Ketika aku ingin bertanya, ingin mendengar penjelasan darinya, tapi lidah ini kelu. Lidahku bagaikan pintu yang tergembok, entah dimana kau mencari kunci tersebut. Keletihanku telah berakhir, tapi itu dulu, saat ku pikir aku mulai merajut hubungan ini dengannya. Dirinya banyak mengalihkan rasa senangku, merenggut rasa penasaranku…. Gila, mungkin gila … Itulah yang terjadi padaku saat aku lebih membirkan aku yang tersakiti dibandingkan ia tersakiti”

 

 

 

FLASHBACK

 

 

“Sampai sekarang aku tak mengerti perasaan apa yang aku miliki untukmu Min, maafkan aku” Kyuhyun hanya memandang jemari Sungmin yang resah menggulung.

“Choeya sekarang hamil anakku, kau pasti bisa menebak keputusanku. Aku… aku tak bermaksud menyakitimu sejauh ini. Tapi dari awal aku sudah bingung akan hubungan tidak normal yang ibuku buat untukku. Aku tidak bisa…”

“Bagaimana..bagaimana denganku?” Kyuhyun tersenyum lirih saat ia mendengar suara lembut Sungmin. Sudah lama sekali suara itu hilang dari telinganya…

“Keputusanmu sendiri… Tapi aku ingin mencoba membangun hubunganku dengan Choeya, dan mungkin aku akan pergi ke Inggris, tinggal bersamanya dan juga kakaknya. Aku ingin membangun kehidupanku yang baru. Bisakah kau sedikit mengerti? Hanya berpisah dan tidak bertemu lagi… Mungkin itu yang terbaik bagi kita Min… Aku harap kau akan mendapati kebahagiaanmu”

Kyuhyun, tanpa memandang Sungmin ia meninggalkan ruang kerjanya dirumah tersebut. Membiarkan Sungmin terisak dalam wajah sedihnya.

 

“Mengapa harus aku yang mengerti Kyu? Mengapa tidak kau mencoba untuk mengerti diriku? Bahwa aku,  aku pernah ada di kehidupanmu….. tapi aku…. Aku…. Aku tak pernah memikirkan kebahgiaanku saat aku terus bersamamu….Tapi aku… aku akan mencoba memikirkan kebahagiaanku saat aku tak bersamamu lagi….”

 

 

 

 

 

Pagi itu hampir seluruh penghuni rumah keluarga Cho menangis melepas Sungmin yang memilih keluar dari keluarga Cho yang selama ini menjaganya dengan baik.

“Maafkan Eomma Sungmin-ah… Eomma lalai …. Maafkan Eomma…” Nyonya Cho berkali-kali menangis dan mengelus pipi putih Sungmin.

“Animida Eommonim, aku baik-baik saja” Sungmin kembali memeluk Nyonya Cho dan beranjak memberi hormat dan melangkah meninggalkan pintu rumah tersebut.

Tuan Cho memeluk Nyonya Cho dengan erat. Melepaskan Sungmin membuatnya sangat sedih sekali. Lebih sedih dari pada mendengar bahwa Kyuhyun yang menghamili Choeya….

 

 

FLASHBACK END

 

 

4 Tahun kemudian

 

 

 

 

Sungmin sedang menghias sebuah kue cake besar berwarna putih. Ia mengoleskan krim manis itu dengan hati-hati. Ryewook tersenyum sesekali mendapati Sungmin kembali bersemangat menjalani hidupnya. Mencoba melupakan pria yang hampir saja menghancurkan hidup Sungmin, adik angkat Kangin, tetangganya.

“Setelah ini kau harus membantuku membuat gulungan daging bakar Min” Sungmin menganggukkan kepalanya dan menghidangkan kue cake cantik itu di depan Kangin yang memperhatikan mereka berdua sedari tadi.

Good Job Sungminnie!” Kangin mengelus surai hitam kelam itu dan mencubit gemas pipi Sungmin.

Kemudian Sungmin kembali membantu Ryewook menyelesaikan masakan mereka. Mereka hari ini akan merayakan ulang tahun panti asuhan yang dulu sempat Kangin dan Sungmin tempati. Ia sudah berjanji akan mengunjungi panti asuhan itu.

 

 

 

Di Panti Asuhan

 

 

 

Sungmin menepuk-nepuk telapak tangannya perlahan sambil ikut bernyayi bersama anak-anak dipanti asuhan. Gemuruh suara bahagia terdengar jelas saat mereka bersama-sama kembali memakan kue dan juga hidangan yang telah disiapkan Ryewook dan Sungmin. Kangin pun tidak kalah senangnya, ia memegang sebuah kamera dan mengabadikan moment-moment indah bersama-sama adik kecil di panti asuhan ini. Tapi satu yang tak pernah lepas dari kameranya. Mengabadikan wajah bahagia Sungmin. Entah dalam tiga tahun ini, ia jarang sekali mendapatkan raut bahagia dan senangnya seperti ini. Mata itu selalu di lapisi sebuah kesedihan yang selalu membawanya melamun tinggi. Meninggalkan kebahagiaan yang harusnya selalu ada di hatinya. Adik kecil kesayangannya seperti mencoba membangun itu semua seberat kesedihan yang menghampirinya.

“Hei Kangin! Ayo kemari, cicipi makanannya!” Salah seorang pengurus panti memanggilnya, dan membuyarkan tatapan intensnya pada Sungmin.

“Baiklah!”

 

 

 

 

 

Pesta perayan sudah berakhir, anak-anak juga telah selesai berkemas dan membersihkan peralatan makannya. Mereka kemudian ke halaman belakang untuk ikut kegiatan menanam bunga. Sungmin membantu beberapa adik-adik kecil disana menangkap kelinci dan juga beberapa ekor ayam untuk di kurung sementara. Tak lama kemudian ia merasa seseorang memanggilnya.

“Sungmin?” Sungmin membalikkan tubuhnya, seketika senyumnya memudar saat melihat Nyonya Cho berada di sana. Bersama Tuan Cho, Tuan Park dan satu lagi pemuda dewasa yang sedang menggendong anak kecil yang sedang menangis meronta, Cho Kyuhyun.

Sungmin memberikan kelinci kecil berwarna hitam di tangannya kepada salah satu adik-adik disana dan mendekat kepada Nyonya Cho. Nyonya Cho langsung merentangkan tangannya lebar dan memeluk Sungmin. Tangisnyapun mengayun deras mengawali pertemuan yang dinantikan.

“Sungminnie…. Oh Tuhanku… Sungminku….” Nyonya Cho hampir saja memeluk Sungmin begitu posesif, andai saja Tuan Cho tidak mengingatkannya bahwa Sungmin sepertinya terkejut dengan kedatangan keluarga ‘lama’ Sungmin ini.

“Apakah kau baik-baik saja Min? Kau makan yang banyak? Lihatlah, kau semakin kurus” Sungmin hanya mengangguk dalam diam memandang wajah Nyonya Cho yang sudah basah.

 

 

 

 

“Choeya… Choeya meninggal satu tahun yang lalu dalam kecelakaan beruntun di Inggris. Dan Kyuhyun membawa anak mereka pulang ke Korea. Juga, hari ini, kami akan mendaftarkan anak Kyuhyun di panti asuhan ini”

Mata Sungmin melotot memandang wajah Nyonya Cho yang masih menangis lirih di sampingnya.

“Aku… Aku tidak sanggup mengurus anak dari wanita itu Sungmin-ah. Menantuku selamnaya hanya kau, tidak akan ada yang menggantinya. Tidak sekalipun Kyuhyun, walaupun Kyuhyun membawakan semua wanita cantik yang ia inginkan” Nyonya Cho menggelengkan kepalanya sambil menatap Sungmin sendu.

“Yeobooo~~~~” Tuan Cho mengelus bahu kecil wanita pendampingnya itu, usahanya untuk menenangkan.

“Akulah yang menyuruh Kyuhyun agar anak itu didaftarkan ke panti asuhan ini. Aku akan menanggung semua kebutuhan sekolahnya, tapi aku tidak ingin ada ketergantungan darah keluarga di antar aku dan anak kecil itu” Nyonya Cho memandang jijik kepada Kyuhyun dan anak kecil yang tertidur dalam pelukan Kyuhyun.

“Sampai kapanpun aku tidak akan mengakuinya sebagai cucu” Sungmin memandang sendu gadis kecil yang tertidur dengan sisa lelehan air matanya. Wajahnya yang putih pucat sangat mirip dengan Kyuhyun, hanya saja, rambut hitam itu, rambut Choeya…. Bahkan gaya tidur anak kecil itu sangat mirip dengan Kyuhyun. Manja dan sedikit lelap dengan segera.

“Siapa namanya?”

“Siapa nama anakmu Kyuhyun-ah?”

“Chae Jaa, Cho Chae Jaa…”

 

 

 

 

Sungmin memperhatikan dari pintu, mengintip saat salah satu pengurus panti begitu kesusahan mendiamkan Chae Jaa yang tidak mau berhenti menangis. Anak berumur 3 tahun lebih itu  menangis setelah di tinggal oleh keluarga Cho, sedangkan Chae Jaa dilepas paksa oleh Nyonya Cho agar di berikan kepada pengasuh. Kyuhyun hanya bisa memandang dengan sedih dan mata berkaca-kaca saat melihat Chae Jaa berada dipelukan orang lain.

“Sungmin-ah, kau bisa membantu kami?” Sungmin tersentak saat Ryewook memintanya membantu menenangkan Chae Jaa.

Sungmin mendekat ke lantai yang penuh dengan mainan untuk memancing agar anak itu diam. Yang pertama Sungmin lakukan adalah menggenggam tangan mungil yang terus bergerak itu. Kemudian ia menatap mata coklat yang sama dengan Kyuhyun tersebut. Mata basah yang bersinar kuat.

Sungmin kemudian mengambil alih anak tersebut dan menggendongnya keluar, menuju halaman belakang. Ia membawa anak itu yang menangis sesenggukkan ke kandang kelinci. Saat Chae Jaa melihat begitu banyak binatang lucu itu bermain di kandang, begitu juga tangisnya mereda dan digantikan isakan kecil yang semakin lama memudar menjadi sunyi.

“Nah, kelinci itu tidak suka melihat Chae Jaa menangis” Kemudian Sungmin menurunkan Chae Jaa di rerumputan lembut. Anak manis tersebut berjalan dan mendekati kandang kelinci itu.

Sungmin tersenyum senang dan membiarkan Chae Jaa berjongkok memandangi puluhan kelinci di dalam kandang tersebut.

“Itu…” Chae Jaa memandang Sungmin dan jemari kecilnya menunjuk seekor kelinci gendut pejantan berwarna coklat.

“Ah! Itu namanya Bogu… Si gendut!” Sungmin kemudian membawa Bogu keluar dari kandang dan meletakkannya di dekat kaki Chae Jaa. Gadis kecil itu berjengit kaget saat ujung mulut kelinci itu mencium jemari kakinya. Refleks ia memeluk leher Sungmin yang berjongkok di sampingnya.

“Dia tidak menggigit, hanya ingin berkenalan denganmu. Ayo perkenalkan dirimu”

“Enggg~~~~”

“Aigooo, Bogu akan marah kalau—“

“Annyeong, Cho Chae Jaa imnida, Bogu-ssi” Chae Jaa membungkuk sedikit dan kemudian mendekat pada Sungmin kembali.

“Lihat Bogu memanjat di kakimu, berarti dia juga memperkenalkan dirinya” Chae Jaa mengintip di balik rok kembangnya dan memperhatikan tingkah Bogu yang mencium kakinya.

“Selamat datang di keluarga barumu Chae Jaa” lirih Sungmin sambil membiarkan Chae Jaa bermain dengan kelinci besar tersebut.

 

 

 

 

 

 

“Tendang bolanya… Ayo…..” Kangin bersorak saat ia meminta salah satu anak panti mengoper bola kaki tersebut.

Sungmin hanya memperhatikan Kangin bermain bersama anak-anak lelaki di panti asuhan dengan senyum, sedangkan Kyuhyun hanya berani sesekali memperhatikan wajah Sungmin yang berada disampingnya. Sungmin terlihat lebih kurus dibanding saat ia masih tinggal bersama keluarga Cho. Rambut hitamnya ia pangkas lebih pendek, memperlihatkan lekuk leher dan wajah yang semakin jelas. Bibir yang tersenyum itu, dulu miliknya. Tanpa disangka suara tawa pelan terlontar dari bibir mungil itu tat kala Kangin terjatuh bergumul bersama salah satu anak-anak itu. Senyum dan tawa itu, hilang tiga tahun ini. Sangat jarang Kyuhyun mengingat wajah dan juga seluruh isinya itu di malam-malam yang telah ia lalui setelah menyakiti lelaki muda ini. Kyuhyun sangat banyak menorehkan luka di hati pria muda ini.

“Hah…Hah! Lelah sekali tapi mengasyikkan” Kangin berjongkok dan terduduk di depan Sungmin. Ia kemudain menyodorkan Kangin sebotol air mineral dan juga handuk kecil.

“Bersihkan aku Min!” Sungmin tersenyum kemudian mengerucutkan bibirnya. Betapa manja Hyungnya ini. Sungmin dengan tingkah bercanda mengelap keringat di wajah Kangin dengan handuk kecil itu. Saat melihat pemandangan itu, Kyuhyun sadar, ia tidak pernah meninggalkan kepingan kenangan manis diantara mereka dulu, tidak pernah meninggalkan seberkas candaan dan tawa bagi Sungmin, tak pernah ada ucapan terima kasihnya kepada Sungmin atas apa yang sudah Sungmin berikan…. Tapi… tapi dia…

“Tapi aku hanya meninggalkan semua luka dan kesedihan untukmu…” Lirih Kyuhyun membuat Kangin dan Sungmin memandangnya.

“Ne? Kau bicara apa Kyuhyun-ssi”

“Ah! Aniyo, aku hanya mengatakan anak-anak itu sangat berbakat tentang sepak bola”

“Benar sekali. Kau akan merasakan betapa kita telah termakan umur karena semangat anak-anak muda tersebut” Sungmin tertawa dan merebut botol air di tangan Kangin.

“Sudah sepantasnya Hyung sadar dengan umurmu! Cepat, anak-anak sudah menunggumu untuk putaran kedua”

“Arra..Arra… “ Kangin mengacak rambut hitam Sungmin dan kembali ke lapangan bergabung bersama anak-anak.

 

 

 

 

 

“Mungkin aku selalu menutup seluruh inderaku akan kehadiranmu, mengabaikanmu bagaikan debu di rumahku. Menyakitimu hingga aku tak akan bisa menghitung seberapa banyak aku melakukannya. Menguliti perasaanmu aku tersadar saat melihat kau tersenyum, mencabikmu aku tersadar akan tawamu, membuangmu aku tersadar saat memperhatikan tingkah manismu…… Dulu, semua itu milikku, tapi milikku tanpa aku hiraukan keberadaanmu yang juga menganggap aku adalah milikmu…. Tapi aku kehilangan… Kehilangan semuanya… Bukan salahmu hampir setiap malam yang terngiang hanyalah teriakan kemarahanmu malam itu… Bukan salahmu malam itu aku menghianatimu dan membiarkan tangismu kembali untukku…. Tapi aku semakin tak bernyawa saat kita di pertemukan kembali…. Bertemu kembali dengan kesadaranku bahwa seberapa lama aku tidak melihat mata hitammu, tidak melihat semuanya tentangmu….. Tapi aku… aku mengerti, tak akan ada lagi dirimu seperti dulu, tak akan ada lagi Cho Sungmin manisku… Yang ada hanya Kim Sungmin…. Kini kau semakin banyak bicara dengan lingkungan ini, Raihlah kebahgiaanmu, senyummu akan membuat siapa saja akan terus menyayangimu… Dan aku yakin akulah orang pertama yang menyiayiakan senyum indah dan menenangkan darimu…. Tapi aku… aku.. Tapi….”

 

“Tuan Cho Kyuhyun, administrasi kepengurusan Chae Jaa telah selesai, silahkan ke kantor untuk menandatangani” Seorang wanita muda menghampiri dan memberikan pesan dari kepala panti asuhan untuk Kyuhyun.

“Baiklah, aku akan kesana segera” Kyuhyun kemudian berdiri saat wanita muda tadi meninggalkan dirinya dan Sungmin di bawah pohon tua ini.

“Biaklah Min..Aku sepertinya… Aku…”

“Ne, gwenchana….Selamat jalan…” Sungmin memilih membungkukkan diri dari pada menjabat tangan Kyuhyun. Kyuhyun hanya tersenyum dan menarik kembali uluran tangannya dan membalas hormat kepada Sungmin. Ia melangkahkan kakinya menjauh dari Sungmin, dalam senyum dan tangis kecilnya.

 

 

 

 

“Tapi aku…masih ingin memperbaiki itu semua, memperbaiki untuk menjagamu, mencintaimu dan memperbaiki semua mimpi-mimpimu bersamaku…Kini, aku sadar kemungkinan terbaik itu tidak akan ada…. Apalagi untukku… Tapi aku… aku akan mencoba memperbaiki hidupmu… Itu pilihanku…”

 

 

 

 

“Sepatu?”

“Iya, Sungmin-ssi” Sungmin tersenyum melihat Chae Jaa menunjukkan sepatu lamanya yang sudah rusak.

“Baiklah, aku akan menelepon Appamu agar membelikanmu sepatu baru”

“Andwae! Aku maunya bertemu Appa dan meminta Appa menemaniku memilih sepatu baru… Jebal Sungmin-ssi!”

“Aigooo, gadis keras kepala! Baiklah, aku akan menelepon Appamu dan menanyakan kapan ia ada waktu untuk menamanimu membeli sepatu. Kau puas sekarang?”

“Kamsahamnida Sungmin-ssi!” Sungmin menyuruh Chae Jaa agar kembali ke kelas bermainnya bersama Taemin dan kembali melanjutkan acara mengobrolnya bersama Kangin di telepon.

“Sepertinya gadis kecil itu sangat dekat denganmu Min..”

“Kau tahu, ia tidak mau dengan guru lainnya, hanya mau denganku”

“Aigooo..Ia sudah sama sepertimu Min, manja sekali”

“Ya! Aku tidak begitu”

 

 

 

 

 

 

Sungmin menahan gelisahnya di dalam mobil besar ini, sedangkan Chae Jaa duduk manis dengan mainannya di atas pangkuan Sungmin. Gadis kecil itu bernyanyi seperti lagu-lagu yang di ajarkan Sungmin dan juga Taemin. Kegelisahan Sungmin kembali merengguh jiwanya saat ia menatap ke kiri di mana pemuda dewasa tampan dengan balutan kemeja rapi itu tersenyum sambil menyetir. Pria itu, Cho Kyuhyun. Mimpi apa ia semalam ia terjebak di dalam mobil ini. Chae Jaa, ya gadis kecil ini merengek saat Kyuhyun akan membawanya ke pusat perbelanjaan. Ia ingin Sungmin ikut untuk membantunya memilih sepatu baru dan ia ingin Sungmin, hanya Sungmin yang ia inginkan selama ini. Sungmin membuang nafasnya kasar dan menutup mata. Duo Cho ini benar-benar mirip sifatnya.

 

 

Chae Jaa melenggang saat ia berada di tengah-tengah genggaman tangan Sungmin dan juga Kyuhyun. Gadis kecil itu meminta banyak hal kepada Kyuhyun. Mulai dari permen dan juga wahana bermain. Kyuhyun yang sempat kehilangan jejak Chae Jaa segera menarik tangan kecil Sungmin, menariknya dengan segera dan tersenyum kepada Sungmin.

“Chae Jaa sangat gesit, kalau saja kita terlambat, kita akan kehilangan dia” Sungmin memandang jemarinya. Jemari besar itu melingkup jemari kecilnya.

“Tak ada waktu untuk mempertanyakan ini semua Min. Ayo!” Untuk kemudian, semu merah di pipi itu timbul. Dengan rasa bingung dan bahagia menyatu……

 

 

 

 

“Aku ingin… ingin sekali  lagi memperbaiki semuanya Min, jadi, berikan aku kesempatan dan lihatlah aku sekali lagi…..”

 

 

 

 

“Kau ingin kembali kerumah Cho lagi? Andwae! Aku tidak mengizinkanmu Min. Mereka—Mereka semua—AAARRRGGGH!” Kangin membanting semua piring yang ada di atas meja makan itu. Membuat Ryewook memekik dan menutup telinga juga matanya. Sedangkan Sungmin menatap sedih kakak angkatnya itu.

“Cho tak akan pernah aku biarkan mengambil dan menyakiti adikku lagi” Kangin melempar Kyuhyun yang belutut di samping Kangin dengan sebuah gelas teh kecil. Serpihan kaca itu membuat pelipis Kyuhyun berdarah, tapi Kyuhyun membiarkan Kangin melakukan apa saja padanya asalkan Sungmin bisa kembali bersamanya.

“Sampai kapanpun aku tidak akan mengizinkan kau menginjakkan kakimu ke rumah Cho lagi”

“Aku mohon Hyung… Aku jan—“

“Biarkan aku yang tinggal disini ..Izinkan aku yang tinggal bersama kalian”

“Kyu—“

“Cih! Apa lagi yang kau rencanakan Cho?”

“Aku hanya ingin memperbaikinya Hyung! Sampai kau bisa melihat kesungguhanku ini”

“Izinkan aku bersama Chae Jaa untuk tinggal disini”

“Jika itu maumu. Aku beri kau wkatu 1 bulan. Dan semua keputusan itu… Semuanya berada di tangan Sungmin” Mendengar jawaban Kangin, Kyuhyun mengangkat kepalanya dan memandang Kangin.

“Gomawo hyung. Jeongmal gomawoyo”

 

 

 

“Cha! Kemarikan mainanmu, dan lekaslah tidur” Sungmin mengambil mainan di tangan Chae Jaa dan menggantinya dengan sebuah boneka Bear besar.

“Jalja Sungmin-ssi”

“Jalja Chae Jaa-ya” Sungmin kemudian mengecup kening Chae Jaa dan diikuti Kyuhyun kemudian.

Kamar baru Chae Jaa yang disiapkan Kangin dan Sungmin bagi Cho ini. Semenjak mereka pindah, maka banyak perubahan fisik yang terjadi pada rumah Sungmin dan Kangin. Dan ini sedang beranjak minggu kedua. Banyak perubahan yang Kyuhyun tunjukkan kepada Sungmin juga Kangin, membuat Kangin setidaknya luluh akan usaha keras Kyuhyun. Ryewook juga tak kalah gembira saat ia mendapati Chae Jaa pindah di ruamh Kangin sehingga ia bisa menemaninya bermain di rumah Kangin saat siang hari. Keberadaan Chae Jaa banyak membuat kehidupan masing-masing mereka bahagia. Tingkah polos dan lucu gadis itu terkadang membuat Kangin lupa siapa dirinya yang sebenarnya. Tat kala lelah mereka Chae Jaa hadir menghibur, tat kala kesendirian dahulu kini terganti dengan kehadirannya di tengah-tengah mereka. Keretakan hati dan luka yang mungkin membekas itu tertutupi dengan gadis manis ini.

 

 

 

 

“YA! Apa kau gila?” Kangin, entah sudah keberapa kali memukul kepala Kyuhyun dengan Koran di tangannya. Lelaki yang baru saja keluar dari kamar mandi itu menjadi bahan emosi Kangin. Hal itu dilakukannya juga karena kekesalannya terhadap pemuda Cho ini. Bagaimana tidak?  Bekas kissmark sepanjang leher putih Sungmin sangat terlihat jelas. Jika begini keadaan Sungmin, bagaimana ia akan ke panti asuhan?

Sungmin hanya tertawa kecil dan memandang kasihan Kyuhyun yang dipukuli Kangin dengan Koran tadi.

“Sudahlah Kangin Hyung! Mereka kan—“

“Pria ini sudah berani-beraninya menyentuh adikku!  Beraninya!” Kyuhyun segera berlari ke kamar saat Kangin kembali mengambil majalah tebal di atas meja tamu dan mengejar Kyuhyun.

“Aigooo…Aigoo… Ck ck ck! Lihat Hyung, seberapa banyak tanda merah ini diberi Kyuhyun padamu?”

“Aish, Wookie, diamlah. Ada Chae Jaa disini!” Sungmin kemudian memakaikan Chae Jaa jaket dan juga tas kecilnya dan menyuruh Wookie mengantarnya ke panti asuhan, karena hari ini ada agenda bermain untuk anak-anak seumuran Chae Jaa.

 

 

 

 

 

Kini tepat sudah sebulan Kyuhyun dan Chae Jaa dirumah Kangin. Dan inilah saatnya mereka harus pergi dari rumah ini. Kyuhyun akan mengantar Chae Jaa kembali ke panti asuhan dan ia akan kembali ke keluarga Cho.

“Chae Jaa, yaa~~~~ Appa janji, bulan depan, ayah akan menyewa apartemen untuk kita berdua, dan saat itu Appa akan mengajakmu tinggal bersama Appa. Arrachi?” Kyuhyun memeluk putrid kecilnya yang menangis. Belum seharusnya dengan usia sekecil ini Chae Jaa mengerti dengan semua ini. Yang gadis kecil ini rasakan adalah ia akan berpisah kembali dengan Appanya…

“Cha! Chae Jaa harus pamit dengan Kangin Ahjussi dan Wookie Ahjussi…Ucapkan terima kasih padanya” Kyuhyun mendorong putrinya agar memberikan salam perpisahan pada mereka.

Kangin kemudian merunduk mensejajarkan tubuhnya dengan Chae Jaa. Ia kemudian memeluk kecil gadis itu. Mendengar isakan pedih Chae Jaa, hati Kanginpun semakin sedih. Ia kemudian menjanjikan bahwa ia akan rajin-rajin mengunjungi gadis kecil itu dan sesekali mengajaknya bermain lagi dirumahnya ini.

 

 

Kyuhyun sudah akan memasuki mobilnya setelah ia menaruh barang-barang bawaannya di bagasi. Chae Jaa juga sudah berada di dalam mobil sambil terus memandangi Kangin, Ryewook dan juga Sungmin di halaman depan rumah.

“Aku pamit dulu. Terima kasih Hyung, Wookie, dan juga Sungmin. Terima kasih untuk kesempatan kalian semua” Kyuhyun dalam diam dan sedihnya hanya dapat memandang mata Sungmin. Mungkinkah jawaban itu akan segera datang untuknya. Walaupun sepahit apa nantinya, apakah ia siap akan keputusan Sungmin?

 

Mobil itu berjalan perlahan akan keluar dari pekarangan rumah.

“Min, kau tidak ingin membuat keputusan sekarang?” Sungmin menghapus air matanya dan memandang Kangin.

“Kau tahu yang terbaik untukmu, dan aku berdoa kali ini aku tidak akan salah menyerahkanmu kepada Cho satu itu”

“Lekas, kejarlah ia, dan berikan keputusanmu” Sungmin menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Kemudian ia memeluk Kangin dan juga Ryewookie. Kakinya dengan sangat cepat mengejar mobil Kyuhyun yang berjalan pelan. Ia berlari mengejar sambil meneriakkan nama Kyuhyun disana. Ia berkali-kali menghapus air mata bahagianya.

 

 

CKKIITTTT

 

Mobil Kyuhyun berhenti. Ia dapat melihat jelas Kyuhyun keluar dari mobilnya dan mengejar dirinya yang tertinggal jauh di belakang.

“Min?”

“Aku…” Nafas lelah itu, bercampur dengan tangis dan juga senyum bahagia itu, membuat Sungmin gugup dan hilang kata-katanya.

“Ada apa Min? Mengapa mengejarku seperti itu, itu sangat berbahaya”

“Aku….Aku mohon, jemput aku secepat mungkin bersama kalian… jemput aku Cho Kyuhyun…” Seketika tangis Sungmin meledak di dalam pelukan Kyuhyun. Membiarkan kali ini keputusan untuk mempercayai dan memberi kesempatan kepada Kyuhyun adalah yang ia inginkan untuk kebahagiaannya.

“Pasti… Aku.. aku dan Chae Jaa akan menjemputmu secepatnya. Pasti…. Aku mohon tunggu aku Sungmin, sekali lagi tunggu aku…”

“Appa~~~~” Kemudian teriakan Chae Jaa yang juga ikut turun dari mobil membuyarkan pelukan hangat mereka.

“Chae Jaa…” Chae Jaa menghambur dalam pelukan Sungmin dan juga Kyuhyun.

“Sungmin saem? Menangis?”

“Apa saem akan ikut bersama kami?”

Sungmin tersenyum dan mengelus rambut hitam lembut itu,.

“Secepatnya… secepatnya, Appa akan membawa Sungmin saem tinggal bersama kita”

“Jeongmal? Hahahahha” Gadis kecil itu kembali menjatuhkan tubuhnya pada diri Kyuhyun dan Sungmin, membiarkan satu kenangan manis dan hangat itu tercipta untuk mereka bertiga.

 

 

 

 

 

 

“Tapi aku, aku selalu ingin bersamamu, dalam senang dan sakitku…”

“Tapi aku, aku selalu ingin disampingmu, dalam senang dan sakitku…”

“Tapi aku, aku selalu ingin kalian disisiku, dalam senang dan sakitku…”

 

 

 

The End

 

Mian for Typo’s ^^v

 

 

 

ORI FF CILIXTABI

31 thoughts on “BUT I . . . . .

  1. author……. serius deh…. ini…… aduh.. aku mewek bacanya T^T angstnya dalem banget T^T feel nya apalagi ngena banget ciyus T^T aduhh aku baca sampe ngeluarin air mata lohh T^T

    ff nya daebak author serius deh T^T sequel dong ehehehehhe :3

  2. Hah~ selalu seperti itu..
    Kyu yg menyakiti Sungmin terlalu dalam, lalu ketika penyesalan datang, dia akan melakukan segalanya untuk mendapatkan Sungmin kembali :’)
    Beneran kangen sama Chae Jaa :3
    Sudah lama gak lihat postingan kk. Seneng akhirnya kk bisa posting ff lagi. Sayang yg kemarin di protect & kebetulan aku tidak mengikuti ff itu, jadi aku menunggu ff kk yg lain, oke? ^^

  3. ciiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii………ini mengharukan!!!!!
    ming, lapang sekali hatimu…..hukz….
    sebel banget ih ma kyuhyun!jahaaaaattttt!!!!
    tapi ya sudahlah, yang penting happy ending kyumin….^^

  4. T__________T
    menyentuh bgt…. gw jd nangis baca nya.
    hiksss….
    sungmin baik bgt yah…
    sekejem apapun kyu ttp dy ga bisa benci dan lupa ama kyu.
    hikss….
    #banjirr air mata

  5. awalx kasihan bgt liat ming diabaikan terus ma kyu, tapi endingx kyumin tetep bersatu. kl boleh kasih masukan coba ceritanya lebih diperinci lagi, sama q sedikit terganggu ma backgroundx cz da kata2 yg bener2 gak bisa q baca karna background ma tulisanx sama. tapi ff ini keren ko’…^^

  6. haaahhh…… Selalu aja ming yg tersakiti, trs tba2 kyu dtg lgi ke kehidupanny ming utk mnta maaf n mnta kesempatan lgi. Kesel sih tp feelny dpt, nice story chingu. :)

  7. Air mata mengalir TT___TT
    Angstnya :’(
    Terus pengorbanan Minnie, perasaan Minnie T_T

    Tapi, happy ending memang hanya untuk mereka :’)
    Yay, KyuMin bersatu :’)

  8. ini story bikin mewek T-T nggak tega waktu sungmin di khianati kyuhyun,trus di kunci di dlm kamar,ngambil keputusan trberat,pergi dri keluarga cho T-T hiks…
    tapi…tapi… akhir nya balik lgi :’) hehe
    ahh.. chae jaa pererat hub kyumin lgi :*

    sign,
    tete

  9. sumpaaah nyesek :”
    untung berakhir bahagia yaaaaaaaa :”
    ilaaaah sekuel kak plissssss
    Joo Han nya kan belum ada kkkkk
    sekueeeel!

  10. aa keren… tapi kan Chae harusnya jadi anak kyumin :( eh tapi kan udah jadi anak kyumin ya (?)
    kak, kapan2 bikin kyu yg disia-siain sama umin :D sekali2 umin yg jahat, balas dendam gitu :P

  11. maaf author,, saya ga baca waktu adegan awal2 Kyuhyun dan perempuan Jepang itu…. **sakit hati T____T ga mau bayangin u.u**

    untunglah happy ending,, kasian Sungmin… u.u

  12. eonniii~~ kyaaa >,<
    aq slalu suka oneshoot mu. kekeke :)
    tapi sayang, disini chae jaa bukan anak kandung kyumin. hehe
    tapi tak apa lah, setidaknya nama chae jaa sudah berkelana dl jiwa.
    ayo buat lagi eon, yg ada chae jaa nya! kkk~

  13. Author :) Ini sangat bagus :) Biasanya aku suka nangis kalo baca FF yg sedih, tp kali ini nggak nangis. Mungkin karena aku bacanya disiang hari kali yah. Biasanya kan malem” :) Kalo aku jadi karakter SungMin di FF ini, udah aku bunuh tuh selingkuhannya Cho dan mungkin sama Cho juga. Bener” gak punya perasaan~~!!!

  14. waw~ kerennn.. banyak konflik tpi dibikin jadi one shot.. daebakkkk
    feel nya dapet banget.. rasanya pingin cekek si kyuhyunn ampe semaputt.. grrr~
    tapii untung aja happy ending ~

  15. aduh Ming d ceritamu sllu punya hati yg bsar utk memaafkan n menerima gn tulus biarpun dia sudah d sakitin sedemikian rupa. Mau ngurus anak Kyu dgn sayang….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s